<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819</id><updated>2011-04-21T17:41:37.908-07:00</updated><title type='text'>Cahyaiman...</title><subtitle type='html'>Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat Al Hasyr : 24)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cahyaiman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-114119567204093356</id><published>2006-02-28T23:43:00.000-07:00</published><updated>2006-02-28T23:47:52.050-07:00</updated><title type='text'>Ikhwanul Muslimin Menangkan Banyak Kursi Dalam  Pemilu Parlemen Mesir</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ikhwanul Muslimin yang beroposisi di Mesir menyatakan telah memenangkan lebih banyak lagi kursi dalam pemilihan umum anggota parlemen negara itu yang berlangsung selama sebulan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jurubicara Ikhwanul Muslimin Issam al-Aryan mengatakan hari ini, hasil-hasil tidak resmi pemungutan suara tahap kedua hari Sabtu memberi gerakannya tambahan 28 kursi dari 47 yang dimenangkan dalam pemungutan suara tahap sebelumnya. Hasil resmi masih belum diumumkan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Partai Nasional Demokratik yang memerintah masih mendominasi parlemen yang memiliki 444 kursi dengan meraih paling sedikit 120 kursi. Pemungutan suara terakhir akan diselenggarakan Kamis mendatang. Ikhwanul Muslimin telah menuduh partai yang berkuasa menghalang-halangi pemilihan setelah ratusan anggota kelompok itu ditangkap. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mereka menuduh polisi meng-intimidasi pemilih, membubarkan khalayak dengan gas airmata dan peluru karet serta menutup tempat-tempat pemungutan suara dimana polisi mencurigai dukungan kuat bagi calon-calon Islamis. Ikhwanul Muslimin dilarang sebagai partai politik, tetapi merestui calon-calon yang mendukung program Islamis partai itu. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-114119567204093356?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.voanews.com/indonesian/archive/2005-11/2005-11-27-voa8.cfm' title='Ikhwanul Muslimin Menangkan Banyak Kursi Dalam  Pemilu Parlemen Mesir'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/114119567204093356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/114119567204093356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2006/02/ikhwanul-muslimin-menangkan-banyak.html' title='Ikhwanul Muslimin Menangkan Banyak Kursi Dalam  Pemilu Parlemen Mesir'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-112324948576480660</id><published>2005-08-05T06:28:00.000-07:00</published><updated>2005-08-05T06:44:45.773-07:00</updated><title type='text'>PKS Pelopori Budaya Politik Bermoral</title><content type='html'>&lt;table style="border-style: dotted; border-width: 0pt; border-collapse: collapse;" border="0" bordercolor="#111111" cellpadding="4" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%"&gt;&lt;a class="pn-title" href="http://pks-jaksel.or.id/Article800.phtml"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top"&gt;     &lt;i&gt;    &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;    &lt;!-- [article-edit-del] --&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top"&gt; PKS Online : Praktek politik santun yang dihadirkan Partai Keadailan Sejahtera (PKS), sejak berlangsungnya pemilu legislatif hingga pelaksanaan pemilihan kepada daerah (Pilkada), mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan ribuan kader PKS pada acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) I PKS di Gedung Basket Senayan Jakarta (31/6), SBY mengatakan bahwa PKS telah menghadirkan perilaku politik yang santun tanpa kekerasan. SBY berharap perilaku politik ini PKS dapat ditiru oleh para pelaku politik lainnya. “Semoga bangsa kita juga bisa melaksanakan praktek budaya politik yang santun dan bermoral” harap SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pelaksaan praktek politik yang bermoral, SBY juga memuji aksi-aksi sosial PKS dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai daerah. “Saya mengucapkan terima kasih selaku kepala negara atas pengabdian dan aksi keluarga besar PKS selama ini. Di Aceh di daerah Bencana saya bertemu dan melihat sendiri apa yang dilakukan oleh pejuang kemanusiaan dari PKS” tutur SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut SBY telah hadir di bumi Indonesia pejuang-pejuang moral dari PKS, yang telah memotivasi masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan korupsi, perjudian, narkoba, pornografi dan pornoaksi. “ Itu adalah wujud kepedulian yang tinggi untuk menyelamatkan bangsa Indonesia” ungkap SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY meminta kepada segenap kader dan simpatisan PKS untuk terus melakukan gerakan moral di seluruh Indonesia.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-112324948576480660?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/112324948576480660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/112324948576480660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/08/pks-pelopori-budaya-politik-bermoral.html' title='PKS Pelopori Budaya Politik Bermoral'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-112097989095871910</id><published>2005-07-09T23:56:00.001-07:00</published><updated>2005-07-10T00:18:10.966-07:00</updated><title type='text'>Tingkatan Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;       Cinta tingkat tinggi, cinta kepada Allah SWT, Rasulullah dan Jihad&lt;br /&gt; fi sabilillah.&lt;br /&gt;       Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,&lt;br /&gt; niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun&lt;br /&gt; lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu&lt;br /&gt; berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS.&lt;br /&gt; 3:31-32)&lt;br /&gt;       "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah&lt;br /&gt; dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang&lt;br /&gt; Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak&lt;br /&gt; atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang&lt;br /&gt; yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka&lt;br /&gt; dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke&lt;br /&gt; dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di&lt;br /&gt; dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap&lt;br /&gt; (limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa&lt;br /&gt; sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung". (QS. 58:22)&lt;br /&gt;             Cinta tingkat menengah, cinta kepada Orang Tua,&lt;br /&gt; suami/isteri, anak-anak, saudara dan kerabat.&lt;br /&gt;       "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang&lt;br /&gt; ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang&lt;br /&gt; bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku&lt;br /&gt; dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu". (QS. 31:14)&lt;br /&gt;             Cinta tingkat terendah, cinta kepada keluarga, kerabat,&lt;br /&gt; harta, perniagaan dan tempat tinggal.&lt;br /&gt;       "Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,&lt;br /&gt; istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan&lt;br /&gt; yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu&lt;br /&gt; sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari)&lt;br /&gt; berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan&lt;br /&gt; keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik".&lt;br /&gt; (QS. 9:24)&lt;br /&gt;             Cinta yang paling hina dan terlarang&lt;br /&gt;       Cinta kepada thoghut, "Dan di antara manusia ada orang-orang yang&lt;br /&gt; menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana&lt;br /&gt; mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada&lt;br /&gt; Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui&lt;br /&gt; ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan&lt;br /&gt; Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka&lt;br /&gt; menyesal)". (QS. 2:165)&lt;br /&gt;       Cinta kepada musuh-musuh Allah, " Hai orang-orang yang beriman,&lt;br /&gt; janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang&lt;br /&gt; kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih&lt;br /&gt; sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang&lt;br /&gt; datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu&lt;br /&gt; beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad&lt;br /&gt; pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian).&lt;br /&gt; Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka,&lt;br /&gt; karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan&lt;br /&gt; apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya,&lt;br /&gt; maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus". (QS. 60:1)&lt;br /&gt;       Cinta karena hawa nafsu, "Dan wanita-wanita di kota berkata: "Istri&lt;br /&gt; Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya),&lt;br /&gt; sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam.&lt;br /&gt; Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata". (S. 12:30)&lt;br /&gt;       Lebih mengutamakan cinta kepada keluarga, kerabat, harta, perniagaan&lt;br /&gt; dan tempat tinggal.  "Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak,&lt;br /&gt; saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu&lt;br /&gt; usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat&lt;br /&gt; tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan&lt;br /&gt; Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah&lt;br /&gt; mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada&lt;br /&gt; orang-orang fasik". (QS. 9:24)&lt;br /&gt;       Menunjukkan sikap congkak, sombong dan egois, "Maka pernahkah kamu&lt;br /&gt; melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah&lt;br /&gt; membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati&lt;br /&gt; pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka&lt;br /&gt; siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).&lt;br /&gt; Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (QS. 45:23)&lt;br /&gt;       Menjadi budak syetan, "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai&lt;br /&gt; Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah&lt;br /&gt; musuh yang nyata bagi kamu", dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan&lt;br /&gt; yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di&lt;br /&gt; antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (QS. 36:60-62)&lt;br /&gt; Cinta kepada Allah harus ditumbuhkan dan dibuktikan dalam ketaatan&lt;br /&gt; kepada-Nya. Sebab cinta akan tumbuh dari ketaatan dan kepatuhan kepada&lt;br /&gt; kehendak dan aturan-Nya.&lt;br /&gt; "Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah&lt;br /&gt; dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah&lt;br /&gt; ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang&lt;br /&gt; beruntung". (QS. 24:51)&lt;br /&gt; "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut&lt;br /&gt; dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari&lt;br /&gt; tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu&lt;br /&gt; benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi&lt;br /&gt; banyak bersyukur". (QS. 3:31)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-112097989095871910?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/112097989095871910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/112097989095871910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/07/tingkatan-cinta.html' title='Tingkatan Cinta'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-112097914930000228</id><published>2005-07-09T23:56:00.000-07:00</published><updated>2005-07-10T00:05:49.306-07:00</updated><title type='text'>Hadiah Cinta Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;tt&gt; Hadiah Cinta Seorang Ibu     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;``Bisa saya melihat bayi saya?`` pinta seorang ibu&lt;br /&gt;yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika&lt;br /&gt;gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka&lt;br /&gt;selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil&lt;br /&gt;itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang&lt;br /&gt;menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar&lt;br /&gt;jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua&lt;br /&gt;belah telinga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini&lt;br /&gt;telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan&lt;br /&gt;sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh&lt;br /&gt;dan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah&lt;br /&gt;dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang&lt;br /&gt;menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan&lt;br /&gt;kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak&lt;br /&gt;berkata, ``Seorang anak laki-laki besar mengejekku.&lt;br /&gt;Katanya, aku ini makhluk&lt;br /&gt;aneh.`` Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan&lt;br /&gt;dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman&lt;br /&gt;sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang&lt;br /&gt;musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua&lt;br /&gt;kelas. Ibunya mengingatkan, ``Bukankah nantinya kau&lt;br /&gt;akan bergaul dengan remaja-remaja lain?`` Namun dalam&lt;br /&gt;hati ibu merasa kasihan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang&lt;br /&gt;dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.&lt;br /&gt;``Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga&lt;br /&gt;untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia&lt;br /&gt;mendonorkan telinganya,`` kata dokter. Kemudian,&lt;br /&gt;orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau&lt;br /&gt;mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya&lt;br /&gt;mereka memanggil anak lelakinya, ``Nak, seseorang yang&lt;br /&gt;tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan&lt;br /&gt;telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke&lt;br /&gt;rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini&lt;br /&gt;sangatlah rahasia,`` kata sang&lt;br /&gt;ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru&lt;br /&gt;pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah&lt;br /&gt;menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan&lt;br /&gt;dari sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja&lt;br /&gt;sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, ``Yah,&lt;br /&gt;aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia&lt;br /&gt;mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat&lt;br /&gt;sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum&lt;br /&gt;membalas kebaikannya.`` Ayahnya menjawab, ``Ayah&lt;br /&gt;yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang&lt;br /&gt;yang telah memberikan telinga itu.`` Setelah terdiam&lt;br /&gt;sesaat ayahnya melanjutkan, ``Sesuai dengan&lt;br /&gt;perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui&lt;br /&gt;semua rahasia ini.``&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap&lt;br /&gt;menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang&lt;br /&gt;menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan&lt;br /&gt;anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya&lt;br /&gt;yang baru&lt;br /&gt;saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah&lt;br /&gt;membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu,&lt;br /&gt;lalu menyibaknya sehingga tampaklah.... bahwa sang ibu&lt;br /&gt;tidak memiliki telinga. ``Ibumu pernah berkata bahwa&lt;br /&gt;ia&lt;br /&gt;senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,`` bisik&lt;br /&gt;sang ayah. 'Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia&lt;br /&gt;telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan&lt;br /&gt;tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki&lt;br /&gt;tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada&lt;br /&gt;apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak&lt;br /&gt;terletak&lt;br /&gt;pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun&lt;br /&gt;pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-112097914930000228?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/112097914930000228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/112097914930000228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/07/hadiah-cinta-seorang-ibu.html' title='Hadiah Cinta Seorang Ibu'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111759830705931435</id><published>2005-05-31T20:47:00.000-07:00</published><updated>2005-05-31T20:58:27.066-07:00</updated><title type='text'>KETIKA AKU SUDAH TUA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;KETIKA AKU SUDAH TUA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau  dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil. Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau  disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa  syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;From,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;your dad &amp;amp; mom&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111759830705931435?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111759830705931435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111759830705931435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/05/ketika-aku-sudah-tua.html' title='KETIKA AKU SUDAH TUA'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111424925261909261</id><published>2005-04-23T02:25:00.000-07:00</published><updated>2005-04-23T02:40:52.646-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: Arial;"&gt;WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;    Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[1].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sepertiga Akhir Malam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[2].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[3].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Setiap Selepas Shalat Fardhu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, beliau menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[4].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada Saat Perang Berkecamuk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[5].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sesaat Pada Hari Jum'at&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fathul Bari 11/203&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum'at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[6].   &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;        Berdzikir Kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya :Tidaklah seorang  hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;ta'ara minal lail&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;" terbangun dari tidur pada malam hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[7].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Doa Diantara Adzan dan Iqamah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[8].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan".&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; [Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[9].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada Saat Sedang Kehujanan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan".&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fathul Qadir 3/340&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[10].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada Saat Ajal Tiba&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya'. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[11].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada Malam Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar".&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; [Al-Qadr : 3-5]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tuhfatud Dzakirin hal. 56&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[12].    &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Doa Pada Hari Arafah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189, terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111424925261909261?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111424925261909261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111424925261909261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/04/waktu-waktu-yang-mustajab-allah.html' title=''/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111105388943201824</id><published>2005-03-17T05:10:00.000-07:00</published><updated>2005-03-17T03:04:49.433-07:00</updated><title type='text'>Bila Aku Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Lucida Console&amp;quot;;"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;aku minta izin&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;br /&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Aku punya pinta&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;br /&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu&lt;br /&gt;dan membuatku semakin mengagumi-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;Pertemukanlah kami&lt;br /&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;br /&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;br /&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu...&lt;br /&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111105388943201824?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111105388943201824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111105388943201824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/03/bila-aku-jatuh-cinta.html' title='Bila Aku Jatuh Cinta'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111078080123055668</id><published>2005-03-13T23:06:00.000-07:00</published><updated>2005-03-13T23:13:21.236-07:00</updated><title type='text'>MAKNA AMANAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;       “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya KAMI telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt; gunung-gunung, maka mereka semua enggan memikulnya karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, maka dipikullah amanh itu oleh manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh...”  (QS 33/72)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; 1.  Secara Bahasa : Bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.       Secara Definisi : Seorang muslim memenuhi apa yg dititipkankan&lt;br /&gt; kepadanya. Hal ini didasarkan pd firman ALLAH SWT : “Sesungguhnya ALLAH&lt;br /&gt; memerintahkan kalian untuk mengembalikan titipan2 kepada yg memilikinya, dan jika menghukumi diantara manusia agar menghukumi dg adil ... (QS 4/58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka yg termasuk amanah bukan hanya dlm hal materi atau hal yg&lt;br /&gt; berkaitan dg kebendaan saja, melainkan berkaitan dg segala hal, seperti&lt;br /&gt; memenuhi tuntutan ALLAH adalah amanah, bergaul dg manusia dg cara yg terbaik adalah amanah, demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;DALIL-DALIL  SYARIAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.       Al-Qur’an: Kedua firman ALLAH SWT di atas (QS 4/58; 33/72) dan&lt;br /&gt; QS 2/283; 8/27; 23/8; 70/32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.       As-Sunnah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a.       “&lt;i&gt;Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat, seorang pemimpin &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; pemerintahan adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; rakyatnya, suami adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang anggota keluarganya, istri adalah pemimpin dan akan diminta &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; pertanggungjawaban tentang rumahtangga suaminya serta anak2nya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang harta benda majikannya, ingatlah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat.&lt;/i&gt;”  (HR Muttafaq ‘alaih, dalam Lu’lu wal Marjan  hadits no. 1199)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; b.       “&lt;i&gt;Ada 4 perkara yg jika semuanya ada pd dirimu maka tdk &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; berbahaya bagimu apa yg terlepas darimu dlm dunia : Benar ketika berbicara, &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; menjaga amanah, sempurna dlm akhlaq, menjaga diri dari meminta.&lt;/i&gt;” (HR&lt;br /&gt; Ahmad dalam musnadnya 2/177; Hakim dalam al-Mustadrak 4/314 dari Ibnu Umar ra; berkata Imam al-Mundziri ttg hadits ini : Telah meriwayatkan Ahmad,&lt;br /&gt; Ibnu Abi Dunya, Thabrani, Baihaqi dg sanad yg hasan, lih. At-Targhib wa&lt;br /&gt; Tarhib  3/589)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;HUBUNGAN  AMANAH  DG  KEIMANAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1.       Amanah Merupakan Tuntutan Iman, dan khianat merupakan tanda&lt;br /&gt; hilangnya keimanan dan mulai merasuknya kekafiran dlm diri seseorang.&lt;br /&gt; Sabda nabi SAW : “Tdk ada iman pd orang2 yg tdk ada amanah dlm dirinya,&lt;br /&gt; dan tdk ada agama pd orang yg tdk bisa dipegang janjinya.”  (HR Ahmad&lt;br /&gt; 3/135, Ibnu Hibban dlm shahihnya Mawarid azh-Zham’an-47, al-Bazzar dlm&lt;br /&gt; musnadnya Kasyful Astar-100, lih. Juga dlm Albani Shahih Jami’&lt;br /&gt; Shaghir-7056)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2.       Hilangnya Amanah Merupakan Tanda Kiamat, yg salah satu cirinya&lt;br /&gt; adalah dipegangnya amanah oleh yg orang2 bukan ahlinya dlm masalah tsb.&lt;br /&gt; Sabda nabi SAW : “Ketika amanah telah disia-siakan maka tunggulah&lt;br /&gt; tibanya Kiamat.”  Kata para sahabat ra : Bagaimanakah disia-siakannya wahai&lt;br /&gt; rasuluLLAH? Jawab nabi SAW : “Ketika suatu urusan dipegang oleh yg&lt;br /&gt; bukan ahlinya maka tunggulah tibanya Kiamat.’”  (HR Bukhari dalam Fathul&lt;br /&gt; Bari’  hadits no. 59 dan 6496)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3.       Hilangnya Amanah Terjadi Bertahap, sbgm sabda nabi SAW :&lt;br /&gt; “Seorang tertidur maka hilanglah amanah dari hatinya bagaikan titik hitam,&lt;br /&gt; lalu ketika ia tertidur lagi maka hilanglah amanah tsb bagaikan&lt;br /&gt; bekas/jejak, demikianlah seterusnya sampai tdk ada lagi amanah dihatinya, dan&lt;br /&gt; tdk ada lagi di hati manusia, sehingga mereka tdk menemukan lagi orang&lt;br /&gt; yg amanah. Maka berkatalah sebagian mereka : Di tempat anu masih ada&lt;br /&gt; seorang yg bisa dipercaya. Sampai dikatakan kepada seseorang : Ia tdk bisa&lt;br /&gt; dipegang, tdk berakal, tdk ada dihati mereka sebesar biji sawi dari&lt;br /&gt; keimanan.”  (HR Muslim dalam Mukhtashar Shahih Muslim  hadits no. 2035)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;JENIS2  AMANAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Islam adalah agama yg sempurna, ia adalah sistem yg mencakup&lt;br /&gt; IPOLEKSOSBUDHANKAM (Idiologi, POLitik, Ekonomi, SOSial BUDaya serta pertaHANan dan KeAManan). Islam tidak hanya bicara aqidah atau ibadah saja melainkan ia adalah sebuah sistem yg paripurna mencakup aqidah dan ibadah, agama dan negara, peradaban dan pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh karenanya maka amanah yg dibebankan ALLAH SWT atas seorang muslim adalah mengarahkan semua sistem di atas agar sesuai dg aturan ALLAH&lt;br /&gt; SWT, dan membebaskan manusia dari penyembahan manusia atas manusia dlm seluruh aspek kehidupan menuju penyembahan kepada ALLAH SWT saja, tiada&lt;br /&gt; sekutu bagi-NYA, untuk-NYA kita beramal dan kepada-NYA kita akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh karena itu maka amanah yg diberikan kepada manusia adalah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1.       Amanah Fithrah : Yaitu amanah yg diberikan oleh Sang Pencipta&lt;br /&gt; SWT sejak manusia dlm rahim ibunya, bahkan jauh sejak dimasa alam&lt;br /&gt; azali, yaitu mengakui bahwa ALLAH SWT sbg RABB/Pencipta, Pemelihara dan&lt;br /&gt; Pembimbing (QS 7/172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.       Amanah Syari’ah/Din : Yaitu untuk tunduk patuh pd aturan ALLAH&lt;br /&gt; SWT dan memenuhi perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA, barangsiapa yg&lt;br /&gt; tdk mematuhi amanah ini maka ia zhalim pd dirinya sendiri, dan bodoh&lt;br /&gt; thd dirinya, maka jika ia bodoh thd dirinya maka ia akan bodoh thd&lt;br /&gt; RABB-nya (QS 33/72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3.       Amanah Hukum/Keadilan : Amanah ini merupakan amanah untuk&lt;br /&gt; menegakkan hukum ALLAH SWT secara adil baik dlm kehidupan pribadi, masyarat&lt;br /&gt; maupun bernegara (QS 4/58). Makna adil adalah jauh dari sifat ifrath&lt;br /&gt; (ekstrem/berlebihan) maupun tafrith (longgar/ berkurangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4.       Amanah Ekonomi : Yaitu bermu’amalah dan menegakkan sistem&lt;br /&gt; ekonomi yg sesuai dg aturan syariat Islam, dan menggantikan ekonomi yg&lt;br /&gt; bertentangan dg syariat serta memperbaiki kurang sesuai dg syariat (QS&lt;br /&gt; 2/283).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5.       Amanah Sosial : Yaitu bergaul dg menegakkan sistem&lt;br /&gt; kemasyarakatan yg Islami, jauh dari tradisi yg bertentangan dg nilai Islam,&lt;br /&gt; menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, menepati janji serta saling&lt;br /&gt; menasihati dlm kebenaran, kesabaran dan kasih-sayang (QS 23/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6.       Amanah Pertahanan dan Kemanan : Yaitu membina fisik dan&lt;br /&gt; mental, dan mempersiapkan kekuatan yg dimiliki agar bangsa, negara dan ummat tdk dijajah oleh imperialisme kapiotalis maupun komunis dan berbagai&lt;br /&gt; musuh Islam lainnya (QS 8/27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Ya muqallibal quluub tsabbit quluubanaa ‘alaa diinika...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111078080123055668?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111078080123055668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111078080123055668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/03/makna-amanah.html' title='MAKNA AMANAH'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111070296824343292</id><published>2005-03-13T01:33:00.000-07:00</published><updated>2005-03-13T01:48:17.083-07:00</updated><title type='text'>Menyerang bagai Elang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari Abdurrahman bin Auf: Ketika aku sedang bertarung di baris terdepan pada hari (perang) Badar, tiba-tiba, aku melihat ke arah belakang dan melihat pada sisi kanan dan kiriku dua orang anak laki-laki, dan aku tidak merasa tenang berdiri di antara mereka. Kemudian salah satu dari mereka bertanya kepadaku secara diam-diam hingga yang lain tidak dapat mendengar, "Wahai Paman! Tunjukkan padaku Abu Jahal." Aku bertanya, "Wahai Keponakan! Apa yang akan kau lakukan padanya?" Ia berkata, "Aku telah berjanji pada Allah bahwa apabila aku melihatnya (Abu Jahal), aku akan membunuhnya atau terbunuh sebelum aku membunuhnya." Lalu anak lelaki yang lain diam-diam mengatakan hal yang sama padaku hingga temannya tidak mendengar. Aku tidak pernah merasa begitu senang berada di antara dua orang laki-laki daripada mereka. Kemudian aku menunjukkannya (Abu Jahal) kepada mereka. Keduanya lantas menyerangnya seperti dua ekor elang sampai mereka membuatnya roboh. Kedua anak laki-laki itu adalah anak dari Afra' (seorang wanita Anshar).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111070296824343292?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111070296824343292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111070296824343292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/03/menyerang-bagai-elang.html' title='Menyerang bagai Elang'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111068510178745855</id><published>2005-03-12T20:36:00.000-07:00</published><updated>2005-03-13T01:50:47.940-07:00</updated><title type='text'>9 Mimpi Rasulullah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda: "Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatangi oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerikan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBU BAPANYA.&lt;br /&gt;2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, maka ia telah diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.&lt;br /&gt;3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.&lt;br /&gt;4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.&lt;br /&gt;5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga dihalang dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.&lt;br /&gt;6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpul-kumpulan, setiap kali dia datang dia diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil memimpinnya ke kumpulanku seraya duduk di sebelahku.&lt;br /&gt;7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita disekelilingnya,sedangkan dia sendiri di dalam keadaan bingung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.&lt;br /&gt;8. Aku melihat umatku coba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah&lt;br /&gt;SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.&lt;br /&gt;9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api kemukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSABDA RASULULLAH SAW, "SAMPAIKANLAH PESANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111068510178745855?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111068510178745855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111068510178745855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/03/9-mimpi-rasulullah.html' title='9 Mimpi Rasulullah'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111056791667305101</id><published>2005-03-11T12:04:00.000-07:00</published><updated>2005-03-11T12:05:16.683-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Anak Dalam Islam</title><content type='html'>nak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dibina, dipelihara, dan diurus secara seksama serta sempurna agar kelak menjadi insan kamil, berguna bagi agama, bangsa dan negara, dan secara khusus dapat menjadi pelipur lara orang tua dan penenang hati ayah dan bunda serta kebanggaan keluarga.&lt;br /&gt;Semua pengharapan yang positif dari anak tersebut tidaklah dapat terpenuhi tanpa adanya bimbingan yang memadai, selaras dan seimbang dengan tuntunan dan kebutuhan fitrah manusia secara kodrati. Dan semua itu tidak akan didapatkan secara sempurna kecuali pada ajaran Islam, karena bersumber pada wahyu illahi yang paling mengerti tentang hakikat manusia sebagai makhluq ciptaan-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Anak Dalam Islam&lt;br /&gt;(Disarikan dari Kitab ‘Tarbiyyatul Aulad fil Islam’ karya DR. Abdullah Nashih Ulwan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dibina, dipelihara, dan diurus secara seksama serta sempurna agar kelak menjadi insan kamil, berguna bagi agama, bangsa dan negara, dan secara khusus dapat menjadi pelipur lara orang tua dan penenang hati ayah dan bunda serta kebanggaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pengharapan yang positif dari anak tersebut tidaklah dapat terpenuhi tanpa adanya bimbingan yang memadai, selaras dan seimbang dengan tuntunan dan kebutuhan fitrah manusia secara kodrati. Dan semua itu tidak akan didapatkan secara sempurna kecuali pada ajaran Islam, karena bersumber pada wahyu illahi yang paling mengerti tentang hakikat manusia sebagai makhluq ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tarbiyyatul Aulad fil Islam’ karya DR. Abdullah Nashih Ulwan memberikan panduan yang lengkap bagi terwujudnya tata pola asuhan yang sempurna, karena selain memuat dalil naqli yang mengacu langsung kepada nash-nash Alquran dan hadits yang sahih, juga dilengkapi bukti-bukti ilmiah dan rasional.&lt;br /&gt;Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan ‘ringkasan’ yang berkaitan dengan berbagai pendidikan yang harus diberikan kepada anak-anak kita yaitu: Pendidikan moral, Pendidikan fisik, Pendidikan kejiwaan dan Pendidikan sosial. Berikut ringkasannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Moral&lt;br /&gt;1.Menjauhi dusta&lt;br /&gt;“Jauhilah perbuatan dusta. Sebab dusta itu dapat mengakibatkan perbuatan lacur dan sesungguhnya perbuatan lacur itu menyeret ke neraka. Selama hamba itu dusta dan terus menerus berdusta, maka Allah mencatatnya sebagai pendusta” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;“Ada tiga macam manusia yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah di hari kiamat, tidak akan disucikan dan tidak akan diperhatikan. Mereka akan mendapat siksa yang pedih. Yaitu kakek-kaket yang berzina, raja pendusta dan orang miskin yang sombong” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Menjauhi perbuatan mencuri&lt;br /&gt;3.Menjaui sifat suka mencela dan mencemooh&lt;br /&gt;“Orang mukmin itu tidak suka mencaci, tidak suka melaknat, tidak suka berkata keji serta tidak suka berkata kotor” (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;“Mencaci maki muslim itu adalah perbuatan durhaka, sedangkan membunuh perbuatan kufur” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Menjauhi musik dan lagu-lagu porno&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang duduk mendengar nyanyian biduanita, maka Allah akan menuangkan air timah yang meleleh ke telinganya pada hari kiamat” (Riwayat Ibnu Asakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Menjauhi pergaulan bebas dan memandang hal-hal yang diharamkan Allah&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (Q.S. An-Nur: 24)&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An-Nur: 25)&lt;br /&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzab:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Tidak bersikap dan bergaya menyerupai lawan jenis kelamin&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah mengutuk para lelaki yang besikap dan bergaya seperti wanita, dan para wanita yang bersikap dan bergaya seperti laki-laki” (H.R. Bukhari, Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Fisik&lt;br /&gt;1.Mengikuti aturan yang sehat dalam makan, minum dan tidur&lt;br /&gt;“Janganlah kalian minum dengan sekali teguk seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali teguk. Ucapkanlah Bismillah ketika hendak minum dan ucapkanlah Alhamdulillah ketika selesai” (H.R. Tirmizi)&lt;br /&gt;“Janganlah salah seorang diantara kamu minum sambil berdiri. Dan Barangsiapa yang lupa maka hendaklah ia menyemburkannya” ( H.R. Muslim)&lt;br /&gt;“Apabila kamu hendak tidur maka terlebih dahulu berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat. Kemudian, berbaringlah di atas sisi badanmu sebelah kanan…” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Melindungi diri dari penyakit menular&lt;br /&gt;“Larilah dari orang yang berpenyakit kusta sebagimana engkau lari dari singa” (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Membiasakan olah raga dan ketangkasan&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Q.S. Al-Anfaal:60)&lt;br /&gt;“Segala sesuatu yang tidak berkaitan dengan zikir (menyebut) nama-nama Allah, maka itu adalah senda gurau belaka, kecuali empat perkara: Berjalannya seseorang dengan tujuan (untuk memanah), latihan menunggang kuda, bermain dengan keluarganya dan belajar berenang” (Riwayat Durqathani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Menjauhi merokok, onani, minuman keras, narkotika, zina dan homoseksual&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Al-Ma’idah:90)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (Q.S. Almu’minun: 1-6)&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa salah seorang sahabat Ibnu Abbas yang bernama Atha’ berkata:&lt;br /&gt;“Aku pernah mendengar bahwa ada suatu kaum dikumpulkan, sedangkan tangan-tangan mereka terikat dengan tali. Aku mengira kaum itu adalah mereka (yaitu orang-orang yang melakukan onani)”&lt;br /&gt;Sa’id bin Jubair, dari golongan tabi’in, mengatakan:&lt;br /&gt;“Allah akan mengazab suatu umat yang mempermainkan kemaluan mereka”&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula:&lt;br /&gt;“Ada tujuh golongan yang tidak akan diperhatikan (Allah) diantaranya adalah orang yang menikahi tangannya (onani)&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Q.S. Al-Ishraa:32)&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu".Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".” (Al-Ankabuut:28-29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Kejiwaan&lt;br /&gt;1.Menjauhi watak dan sikap minder&lt;br /&gt;“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Q.S. Ali-imran: 139)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tidak penakut&lt;br /&gt;“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Q.S. At-Taubah:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Menjauhi sifat rendah diri&lt;br /&gt;4.Menjauhi hasud&lt;br /&gt;“Hindarilah perbuatan hasud oleh kalian. Karena perbuatan itu dapat memakan kebaikan sebagimana api memakan kayu bakar” (H.R. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Menjauhi marah&lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan, bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Saw: ‘Berilah aku wasiat. Beliau bersabda: ”Janganlah marah”. Laki-laki itu mengulanginya lagi berkali-kali da beliau bersabda, “Jangan Marah!”&lt;br /&gt;“Barangsiapa dapat menahan marah, dan dia menguasainya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di atas kepala makhluk-makhluk sampai Dia memberitahukannya, bidadari mana yang ia sukai” (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Sosial&lt;br /&gt;Memelihara hak orang lain&lt;br /&gt;1.Hak terhadap orang tua&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Q.S. Al-Israa:23)&lt;br /&gt;“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Q.S. Al-Israa:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh sikap anak terhadap orang tua (Ulwan, Nashih. DR.):&lt;br /&gt;•Menta’ati perintah ibu dan ayah kecuali dalam hal yang sifatnya maksiat.&lt;br /&gt;•Berbicara kepada mereka dengan penuh kelembutan dan sopan santun.&lt;br /&gt;•Berdiri, ketika mereka masuk atau menghampiri anak.&lt;br /&gt;•Mencium kedua tangannya.&lt;br /&gt;•Memelihara nama baik, harta dan kehormatan mereka berdua.&lt;br /&gt;•Memuliakan keduanya, memberikan segala yang mereka minta.&lt;br /&gt;•Mengajak mereka bermusyawarah di dalam setiap pekerjaan dan perkara.&lt;br /&gt;•Banyak berdo’a dan mohon ampun untuk mereka.&lt;br /&gt;•Apabila keduanya kedatangan tamu, hendaklah anak duduk di dekat pintu dan memperhatikan pandangan mereka. Karena barangkali mereka hendak memerintahkan sesuatu.&lt;br /&gt;•Melakukan perbuatan yang membuat mereka senang. Tanpa diperintah terlebih dahulu.&lt;br /&gt;•Tidak mengeraskan suara di depan keduanya.&lt;br /&gt;•Tidak memutus perkataan ketika mereka berbicara.&lt;br /&gt;•Tidak keluar dari rumah sebelum meminta izin.&lt;br /&gt;•Tidak mengejutkan mereka ketika tidur.&lt;br /&gt;•Tidak lebih mementingkan istri dan anak daripada mereka.&lt;br /&gt;•Tidak mencela apabila mereka melakukan pekerjaan yang tidak disenangi.&lt;br /&gt;•Tidak tertawa di depan mereka apabila tidak ada sesuatu yang pantas ditertawakan.&lt;br /&gt;•Tidak makan sebelum mereka makan.&lt;br /&gt;•Tidak mengulurkan tangan mengambil makanan sebelum mereka.&lt;br /&gt;•Tidak tidur atau berbaring ketika mereka duduk, kecuali apabila mereka memberi izin.&lt;br /&gt;•Tidak menjolorkan kaki di depan mereka.&lt;br /&gt;•Tidak masuk sebelum mereka atau berjalan didipen mereka.&lt;br /&gt;•Segera memenuhi panggilan mereka.&lt;br /&gt;•Menghormati teman-teman semasa mereka masih hidup dan setelah meninggal.&lt;br /&gt;•Mendo’akan mereka, terutama setelah mereka meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Hak terhadap saudara&lt;br /&gt;“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (An-Nisa:36)&lt;br /&gt;“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Q.S. Al_Israa:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hak terhadap tetangga&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Hak terhadap guru&lt;br /&gt;“Pelajarilah ilmu, pelajarilah ilmu(yang dapat menumbuhkan) ketenangan dan kehormatan dan rendahkanlah terhadap orang yang engkau ambil ilmunya (guru) “ (Riwayat Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Hak terhadap teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh hak-hak seorang teman (muslim) adalah sbb:&lt;br /&gt;•Mengucapkan salam (Assalamu’alaikum ) ketika bertemu.&lt;br /&gt;•Menjenguknya ketika sakit&lt;br /&gt;•Mendo’akan ketika bersin&lt;br /&gt;•Menziarahinya dijalan Allah&lt;br /&gt;•Menolong ketika susah&lt;br /&gt;•Memenuhi undangan&lt;br /&gt;•Saling memberi hadiah pada waktu-waktu tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Hak terhadap orang yang lebih tua&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang pemuda itu memuliakan orang tua karena usianya, kecuali Allah menghadirkan baginya seseorang yang akan memuliakannya pada usia tuanya (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan etika sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Etika makan dan minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika makan:&lt;br /&gt;•Mencuci tangan sebelum makan&lt;br /&gt;•Membaca basmallah sebelum makan dan hamdallah sesudahnya&lt;br /&gt;•Tidak mencela makanan yang disajikan kepadanya&lt;br /&gt;•Makan dengan tangan kanan danmengambil makanan yang dekat&lt;br /&gt;•Tidak makan sambil bersandar&lt;br /&gt;•Dianjurkan berbincang-bincang ketika makan&lt;br /&gt;•Mendo’akan tuan rumah sesudah makan&lt;br /&gt;•Mendahulukan orang yang lebih tua&lt;br /&gt;•Tidak menyia-nyiakan nikmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika minum:&lt;br /&gt;•Membaca basmallah sebelum minum dan hamdallah sesudahnya&lt;br /&gt;•Minum dengan beberapa tegukan&lt;br /&gt;•Makruh minum langsung dari mulut nejana (poci)&lt;br /&gt;•Makruh bernafas di dalam tempat minum&lt;br /&gt;•Dianjurkan ketika makan dan minum&lt;br /&gt;•Tidak minum dari bejana yang terbuat dari emas dan perak&lt;br /&gt;•Tidak makan dan minum terlalu kenyang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Etika memberi salam&lt;br /&gt;“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya” (Q.S. An-Nur:61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Etika Meminta Izin&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (Q.S. An-Nur:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Etika Didalam majelis&lt;br /&gt;•Menjabat tangan orang yang ditemui di majelis kecuali bukan muhrim.&lt;br /&gt;•Duduk di tempat yang telah ditentukan tuan rumah&lt;br /&gt;•Duduk sejajar dengan khalayak bukan ditengah-tengah mereka.&lt;br /&gt;•Dilarang duduk diantara dua orang kecuali meminta izin sebelumnya.&lt;br /&gt;•Orang yang datang terakhir duduk di tempat terakhir.&lt;br /&gt;•Dilarang berbisik-bisik didepan orang ketiga.&lt;br /&gt;•Dilarang menempati tempat duduk yang ditinggalkan oleh orangnya sementara.&lt;br /&gt;•Meminta izin sebelum keluar dari majelis&lt;br /&gt;•Membaca do’a kifarat majelis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Etika Berbicara&lt;br /&gt;•Berbicara dengan bahasa Arab yang fasih&lt;br /&gt;•Berbicara dengan tidak tergesa-gesa.&lt;br /&gt;•Dilarang memaksakan diri untuk berbicara secara fasih (difasih-fasihkan)&lt;br /&gt;•Pembicaraan harus dapat dipahami&lt;br /&gt;•Jangan mempersingkat dan memperpanjang pembicaraan&lt;br /&gt;•Memperhatikan sepenuhnya kepada pembicara&lt;br /&gt;•Pandangan pembicara harus tertuju pada hadirin&lt;br /&gt;•Memberi kelonggaran kepada hadirin ketika dan setelah berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Etika Bergurau&lt;br /&gt;•Tidak berlebihan&lt;br /&gt;•Tidak menyakiti seseorang dengan bercanda&lt;br /&gt;•Menghidari kebohongan dan kebatilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Etika Mengucapkan selamat&lt;br /&gt;•Menampakkan kegembiraan dan perhatian ketika memberikan selamat&lt;br /&gt;•Mengucapkan selamat dengan bahasa yang lembut dan menggunakan bahasa do’a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Etika Mengunjungi orang sakit&lt;br /&gt;•Bersegera menjenguknya&lt;br /&gt;•Mendoakan&lt;br /&gt;•Mengingatkan si sakit untuk meletakkan tangannya di atas anggota badan yang sakit dan menbaca doa yang ma’tsur.&lt;br /&gt;•Dianjurkan bertanya kepada keluarga sisakit tentang keadaannya.&lt;br /&gt;•Duduk di dekat kepala si sakit.&lt;br /&gt;•Anjuran menenangkan jiwa si sakit dengan kesembuhan dan usia yang panjang&lt;br /&gt;•Anjuran kepada pengunjung untuk meminta doa dari si sakit&lt;br /&gt;•Mengingatkannya dengan kalimat Laaillaha illalaah jika ajal hamper tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Etika Ta’ziyah (mengunjungi yang meninggal)&lt;br /&gt;•Hendaknya mengucapkan kalimat yang atsar&lt;br /&gt;•Anjuran membuat makanan untuk keluarga mayat&lt;br /&gt;•Menampakkan duka kepada keluarga mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Etika Bersin dan menguap&lt;br /&gt;•Mengucapkan hamdalah, rahmah dan hidayah&lt;br /&gt;•Menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan dan merendahkan suara&lt;br /&gt;•Mendo’akan sampai tiga kali&lt;br /&gt;•Mendo’akan non muslim dengan “Semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu”&lt;br /&gt;•Dilarang mendo’akan wanita muda yang bukan muhrim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam…&lt;br /&gt;Abu Azzam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111056791667305101?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111056791667305101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111056791667305101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/03/pendidikan-anak-dalam-islam.html' title='Pendidikan Anak Dalam Islam'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11377819.post-111056059706905834</id><published>2005-03-11T10:00:00.000-07:00</published><updated>2005-03-11T10:03:17.073-07:00</updated><title type='text'>19 HADIST NABI MENGENAI PEREMPUAN...</title><content type='html'>&lt;tt&gt; 19 Hadis Nabi SAW mengenai Perempuan yang kita sendiri harus dapat mengambil suatu masukan yang cukup bagus untuk kehidupan kita yang masih sangat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang&lt;br /&gt;lebih kuat daripada lelaki. Ketika&lt;br /&gt;ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih&lt;br /&gt;penyayang daripada bapa dan doa&lt;br /&gt;orang yang penyayang tidak akan sia-sia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka&lt;br /&gt;beristighfarlah para malaikat untuknya.Allah mencatatkan baginya setiap&lt;br /&gt;hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah&lt;br /&gt;mencatatkan baginya pahala orang yang&lt;br /&gt;berjihad pada jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari&lt;br /&gt;dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu&lt;br /&gt;tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit,&lt;br /&gt;maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas&lt;br /&gt;untuk membela agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama&lt;br /&gt;orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah dan orang yang takutkan&lt;br /&gt;Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu&lt;br /&gt;diberikan kepada keluarganya, maka&lt;br /&gt;pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan&lt;br /&gt;daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan&lt;br /&gt;seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah&lt;br /&gt;memasukkan dia ke dalam syurga&lt;br /&gt;lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan,&lt;br /&gt;memelihara kehormatannya serta taat&lt;br /&gt;akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang&lt;br /&gt;soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih&lt;br /&gt;besar haknya terhadap wanita? Jawab&lt;br /&gt;rasulullah, "Suaminya. "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab&lt;br /&gt;Rasulullah, "Ibunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah&lt;br /&gt;panggilan ibumu dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut,burung di&lt;br /&gt;udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya&lt;br /&gt;selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu&lt;br /&gt;neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang&lt;br /&gt;dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi&lt;br /&gt;s.a.w) di dalam syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan&lt;br /&gt;atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan&lt;br /&gt;dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa&lt;br /&gt;serta&lt;br /&gt;bertanggungjawab, maka baginya syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada&lt;br /&gt;anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik&lt;br /&gt;kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api&lt;br /&gt;neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mempunyai harta yang banyak, akan lama hisabnya pada hari&lt;br /&gt;Akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Imam Ahmad bin Hambal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11377819-111056059706905834?l=cahyaiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111056059706905834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11377819/posts/default/111056059706905834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahyaiman.blogspot.com/2005/03/19-hadist-nabi-mengenai-perempuan.html' title='19 HADIST NABI MENGENAI PEREMPUAN...'/><author><name>Creative@pro....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15277336621179880963</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
