Cahyaiman...

þriðjudagur, febrúar 28, 2006

Ikhwanul Muslimin Menangkan Banyak Kursi Dalam Pemilu Parlemen Mesir

Ikhwanul Muslimin yang beroposisi di Mesir menyatakan telah memenangkan lebih banyak lagi kursi dalam pemilihan umum anggota parlemen negara itu yang berlangsung selama sebulan.

Jurubicara Ikhwanul Muslimin Issam al-Aryan mengatakan hari ini, hasil-hasil tidak resmi pemungutan suara tahap kedua hari Sabtu memberi gerakannya tambahan 28 kursi dari 47 yang dimenangkan dalam pemungutan suara tahap sebelumnya. Hasil resmi masih belum diumumkan.

Partai Nasional Demokratik yang memerintah masih mendominasi parlemen yang memiliki 444 kursi dengan meraih paling sedikit 120 kursi. Pemungutan suara terakhir akan diselenggarakan Kamis mendatang. Ikhwanul Muslimin telah menuduh partai yang berkuasa menghalang-halangi pemilihan setelah ratusan anggota kelompok itu ditangkap.

Mereka menuduh polisi meng-intimidasi pemilih, membubarkan khalayak dengan gas airmata dan peluru karet serta menutup tempat-tempat pemungutan suara dimana polisi mencurigai dukungan kuat bagi calon-calon Islamis. Ikhwanul Muslimin dilarang sebagai partai politik, tetapi merestui calon-calon yang mendukung program Islamis partai itu.

föstudagur, ágúst 05, 2005

PKS Pelopori Budaya Politik Bermoral



PKS Online : Praktek politik santun yang dihadirkan Partai Keadailan Sejahtera (PKS), sejak berlangsungnya pemilu legislatif hingga pelaksanaan pemilihan kepada daerah (Pilkada), mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

Dihadapan ribuan kader PKS pada acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) I PKS di Gedung Basket Senayan Jakarta (31/6), SBY mengatakan bahwa PKS telah menghadirkan perilaku politik yang santun tanpa kekerasan. SBY berharap perilaku politik ini PKS dapat ditiru oleh para pelaku politik lainnya. “Semoga bangsa kita juga bisa melaksanakan praktek budaya politik yang santun dan bermoral” harap SBY.

Selain pelaksaan praktek politik yang bermoral, SBY juga memuji aksi-aksi sosial PKS dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai daerah. “Saya mengucapkan terima kasih selaku kepala negara atas pengabdian dan aksi keluarga besar PKS selama ini. Di Aceh di daerah Bencana saya bertemu dan melihat sendiri apa yang dilakukan oleh pejuang kemanusiaan dari PKS” tutur SBY.

Menurut SBY telah hadir di bumi Indonesia pejuang-pejuang moral dari PKS, yang telah memotivasi masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan korupsi, perjudian, narkoba, pornografi dan pornoaksi. “ Itu adalah wujud kepedulian yang tinggi untuk menyelamatkan bangsa Indonesia” ungkap SBY.

SBY meminta kepada segenap kader dan simpatisan PKS untuk terus melakukan gerakan moral di seluruh Indonesia.

laugardagur, júlí 09, 2005

Tingkatan Cinta


Cinta tingkat tinggi, cinta kepada Allah SWT, Rasulullah dan Jihad
fi sabilillah.
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu
berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS.
3:31-32)
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah
dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak
atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang
yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka
dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke
dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di
dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap
(limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa
sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung". (QS. 58:22)
Cinta tingkat menengah, cinta kepada Orang Tua,
suami/isteri, anak-anak, saudara dan kerabat.
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku
dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu". (QS. 31:14)
Cinta tingkat terendah, cinta kepada keluarga, kerabat,
harta, perniagaan dan tempat tinggal.
"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,
istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu
sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari)
berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik".
(QS. 9:24)
Cinta yang paling hina dan terlarang
Cinta kepada thoghut, "Dan di antara manusia ada orang-orang yang
menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana
mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada
Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui
ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan
Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal)". (QS. 2:165)
Cinta kepada musuh-musuh Allah, " Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang
kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih
sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang
datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu
beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad
pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian).
Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka,
karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan
apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya,
maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus". (QS. 60:1)
Cinta karena hawa nafsu, "Dan wanita-wanita di kota berkata: "Istri
Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya),
sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam.
Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata". (S. 12:30)
Lebih mengutamakan cinta kepada keluarga, kerabat, harta, perniagaan
dan tempat tinggal. "Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak,
saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat
tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan
Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang fasik". (QS. 9:24)
Menunjukkan sikap congkak, sombong dan egois, "Maka pernahkah kamu
melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah
membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati
pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka
siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).
Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (QS. 45:23)
Menjadi budak syetan, "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai
Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah
musuh yang nyata bagi kamu", dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan
yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di
antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (QS. 36:60-62)
Cinta kepada Allah harus ditumbuhkan dan dibuktikan dalam ketaatan
kepada-Nya. Sebab cinta akan tumbuh dari ketaatan dan kepatuhan kepada
kehendak dan aturan-Nya.
"Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah
dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah
ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang
beruntung". (QS. 24:51)
"Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut
dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari
tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi
banyak bersyukur". (QS. 3:31)

Hadiah Cinta Seorang Ibu

Hadiah Cinta Seorang Ibu


``Bisa saya melihat bayi saya?`` pinta seorang ibu
yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika
gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka
selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil
itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang
menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar
jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua
belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini
telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan
sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh
dan buruk.

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah
dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang
menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan
kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak
berkata, ``Seorang anak laki-laki besar mengejekku.
Katanya, aku ini makhluk
aneh.`` Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan
dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman
sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang
musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua
kelas. Ibunya mengingatkan, ``Bukankah nantinya kau
akan bergaul dengan remaja-remaja lain?`` Namun dalam
hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang
dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.
``Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga
untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia
mendonorkan telinganya,`` kata dokter. Kemudian,
orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau
mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya
mereka memanggil anak lelakinya, ``Nak, seseorang yang
tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan
telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke
rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini
sangatlah rahasia,`` kata sang
ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru
pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah
menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan
dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja
sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, ``Yah,
aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia
mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat
sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum
membalas kebaikannya.`` Ayahnya menjawab, ``Ayah
yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang
yang telah memberikan telinga itu.`` Setelah terdiam
sesaat ayahnya melanjutkan, ``Sesuai dengan
perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui
semua rahasia ini.``

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap
menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang
menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan
anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya
yang baru
saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah
membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu,
lalu menyibaknya sehingga tampaklah.... bahwa sang ibu
tidak memiliki telinga. ``Ibumu pernah berkata bahwa
ia
senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,`` bisik
sang ayah. 'Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia
telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?'

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan
tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki
tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada
apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak
terletak
pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun
pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

þriðjudagur, maí 31, 2005

KETIKA AKU SUDAH TUA

KETIKA AKU SUDAH TUA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.

Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil. Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

From,

your dad & mom

laugardagur, apríl 23, 2005

WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB


Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.

[1]. Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]

[2]. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa

Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak". [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

[3]. Setiap Selepas Shalat Fardhu

Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, beliau menjawab.

"Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu". [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

[4]. Pada Saat Perang Berkecamuk

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk". [Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

[5]. Sesaat Pada Hari Jum'at

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]

Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.


Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum'at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

[6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan

Berdzikir Kepada Allah

Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya". [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190]

Yang dimaksud dengan "ta'ara minal lail" terbangun dari tidur pada malam hari.

[7]. Doa Diantara Adzan dan Iqamah

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]

[8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". [Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]

Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

[9]. Pada Saat Sedang Kehujanan

Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan". [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078].

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

[10]. Pada Saat Ajal Tiba

Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya'. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

[11]. Pada Malam Lailatul Qadar

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar". [Al-Qadr : 3-5]

Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

[12]. Doa Pada Hari Arafah

Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah". [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598]


Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189, terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc


fimmtudagur, mars 17, 2005

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi
aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

sunnudagur, mars 13, 2005

MAKNA AMANAH

Sesungguhnya KAMI telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan
gunung-gunung, maka mereka semua enggan memikulnya karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, maka dipikullah amanh itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh...” (QS 33/72)

1. Secara Bahasa : Bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan).

2. Secara Definisi : Seorang muslim memenuhi apa yg dititipkankan
kepadanya. Hal ini didasarkan pd firman ALLAH SWT : “Sesungguhnya ALLAH
memerintahkan kalian untuk mengembalikan titipan2 kepada yg memilikinya, dan jika menghukumi diantara manusia agar menghukumi dg adil ... (QS 4/58)

Maka yg termasuk amanah bukan hanya dlm hal materi atau hal yg
berkaitan dg kebendaan saja, melainkan berkaitan dg segala hal, seperti
memenuhi tuntutan ALLAH adalah amanah, bergaul dg manusia dg cara yg terbaik adalah amanah, demikian seterusnya.

DALIL-DALIL SYARIAT

1. Al-Qur’an: Kedua firman ALLAH SWT di atas (QS 4/58; 33/72) dan
QS 2/283; 8/27; 23/8; 70/32.

2. As-Sunnah :

a. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan
diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat, seorang pemimpin
pemerintahan adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang
rakyatnya, suami adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang anggota keluarganya, istri adalah pemimpin dan akan diminta
pertanggungjawaban tentang rumahtangga suaminya serta anak2nya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang harta benda majikannya, ingatlah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat.” (HR Muttafaq ‘alaih, dalam Lu’lu wal Marjan hadits no. 1199)

b. “Ada 4 perkara yg jika semuanya ada pd dirimu maka tdk
berbahaya bagimu apa yg terlepas darimu dlm dunia : Benar ketika berbicara,
menjaga amanah, sempurna dlm akhlaq, menjaga diri dari meminta.” (HR
Ahmad dalam musnadnya 2/177; Hakim dalam al-Mustadrak 4/314 dari Ibnu Umar ra; berkata Imam al-Mundziri ttg hadits ini : Telah meriwayatkan Ahmad,
Ibnu Abi Dunya, Thabrani, Baihaqi dg sanad yg hasan, lih. At-Targhib wa
Tarhib 3/589)

HUBUNGAN AMANAH DG KEIMANAN

1. Amanah Merupakan Tuntutan Iman, dan khianat merupakan tanda
hilangnya keimanan dan mulai merasuknya kekafiran dlm diri seseorang.
Sabda nabi SAW : “Tdk ada iman pd orang2 yg tdk ada amanah dlm dirinya,
dan tdk ada agama pd orang yg tdk bisa dipegang janjinya.” (HR Ahmad
3/135, Ibnu Hibban dlm shahihnya Mawarid azh-Zham’an-47, al-Bazzar dlm
musnadnya Kasyful Astar-100, lih. Juga dlm Albani Shahih Jami’
Shaghir-7056)

2. Hilangnya Amanah Merupakan Tanda Kiamat, yg salah satu cirinya
adalah dipegangnya amanah oleh yg orang2 bukan ahlinya dlm masalah tsb.
Sabda nabi SAW : “Ketika amanah telah disia-siakan maka tunggulah
tibanya Kiamat.” Kata para sahabat ra : Bagaimanakah disia-siakannya wahai
rasuluLLAH? Jawab nabi SAW : “Ketika suatu urusan dipegang oleh yg
bukan ahlinya maka tunggulah tibanya Kiamat.’” (HR Bukhari dalam Fathul
Bari’ hadits no. 59 dan 6496)

3. Hilangnya Amanah Terjadi Bertahap, sbgm sabda nabi SAW :
“Seorang tertidur maka hilanglah amanah dari hatinya bagaikan titik hitam,
lalu ketika ia tertidur lagi maka hilanglah amanah tsb bagaikan
bekas/jejak, demikianlah seterusnya sampai tdk ada lagi amanah dihatinya, dan
tdk ada lagi di hati manusia, sehingga mereka tdk menemukan lagi orang
yg amanah. Maka berkatalah sebagian mereka : Di tempat anu masih ada
seorang yg bisa dipercaya. Sampai dikatakan kepada seseorang : Ia tdk bisa
dipegang, tdk berakal, tdk ada dihati mereka sebesar biji sawi dari
keimanan.” (HR Muslim dalam Mukhtashar Shahih Muslim hadits no. 2035)

JENIS2 AMANAH
Islam adalah agama yg sempurna, ia adalah sistem yg mencakup
IPOLEKSOSBUDHANKAM (Idiologi, POLitik, Ekonomi, SOSial BUDaya serta pertaHANan dan KeAManan). Islam tidak hanya bicara aqidah atau ibadah saja melainkan ia adalah sebuah sistem yg paripurna mencakup aqidah dan ibadah, agama dan negara, peradaban dan pedang.

Oleh karenanya maka amanah yg dibebankan ALLAH SWT atas seorang muslim adalah mengarahkan semua sistem di atas agar sesuai dg aturan ALLAH
SWT, dan membebaskan manusia dari penyembahan manusia atas manusia dlm seluruh aspek kehidupan menuju penyembahan kepada ALLAH SWT saja, tiada
sekutu bagi-NYA, untuk-NYA kita beramal dan kepada-NYA kita akan kembali.

Oleh karena itu maka amanah yg diberikan kepada manusia adalah sbb :

1. Amanah Fithrah : Yaitu amanah yg diberikan oleh Sang Pencipta
SWT sejak manusia dlm rahim ibunya, bahkan jauh sejak dimasa alam
azali, yaitu mengakui bahwa ALLAH SWT sbg RABB/Pencipta, Pemelihara dan
Pembimbing (QS 7/172).

2. Amanah Syari’ah/Din : Yaitu untuk tunduk patuh pd aturan ALLAH
SWT dan memenuhi perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA, barangsiapa yg
tdk mematuhi amanah ini maka ia zhalim pd dirinya sendiri, dan bodoh
thd dirinya, maka jika ia bodoh thd dirinya maka ia akan bodoh thd
RABB-nya (QS 33/72).

3. Amanah Hukum/Keadilan : Amanah ini merupakan amanah untuk
menegakkan hukum ALLAH SWT secara adil baik dlm kehidupan pribadi, masyarat
maupun bernegara (QS 4/58). Makna adil adalah jauh dari sifat ifrath
(ekstrem/berlebihan) maupun tafrith (longgar/ berkurangan).

4. Amanah Ekonomi : Yaitu bermu’amalah dan menegakkan sistem
ekonomi yg sesuai dg aturan syariat Islam, dan menggantikan ekonomi yg
bertentangan dg syariat serta memperbaiki kurang sesuai dg syariat (QS
2/283).

5. Amanah Sosial : Yaitu bergaul dg menegakkan sistem
kemasyarakatan yg Islami, jauh dari tradisi yg bertentangan dg nilai Islam,
menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, menepati janji serta saling
menasihati dlm kebenaran, kesabaran dan kasih-sayang (QS 23/8).

6. Amanah Pertahanan dan Kemanan : Yaitu membina fisik dan
mental, dan mempersiapkan kekuatan yg dimiliki agar bangsa, negara dan ummat tdk dijajah oleh imperialisme kapiotalis maupun komunis dan berbagai
musuh Islam lainnya (QS 8/27).


Ya muqallibal quluub tsabbit quluubanaa ‘alaa diinika...

Menyerang bagai Elang

Dari Abdurrahman bin Auf: Ketika aku sedang bertarung di baris terdepan pada hari (perang) Badar, tiba-tiba, aku melihat ke arah belakang dan melihat pada sisi kanan dan kiriku dua orang anak laki-laki, dan aku tidak merasa tenang berdiri di antara mereka. Kemudian salah satu dari mereka bertanya kepadaku secara diam-diam hingga yang lain tidak dapat mendengar, "Wahai Paman! Tunjukkan padaku Abu Jahal." Aku bertanya, "Wahai Keponakan! Apa yang akan kau lakukan padanya?" Ia berkata, "Aku telah berjanji pada Allah bahwa apabila aku melihatnya (Abu Jahal), aku akan membunuhnya atau terbunuh sebelum aku membunuhnya." Lalu anak lelaki yang lain diam-diam mengatakan hal yang sama padaku hingga temannya tidak mendengar. Aku tidak pernah merasa begitu senang berada di antara dua orang laki-laki daripada mereka. Kemudian aku menunjukkannya (Abu Jahal) kepada mereka. Keduanya lantas menyerangnya seperti dua ekor elang sampai mereka membuatnya roboh. Kedua anak laki-laki itu adalah anak dari Afra' (seorang wanita Anshar).


[ Baca Kritikan ] [ Silahkan Kritik ]
Get a FREE guestbook here!
 

Powered by Blogger

Powered by Blogger